Belajar Membuat Keputusan Dewasa (Sendiri-Berdua)

“Saya anak mama?”
Iya dong! Tidak mungkin tiba-tiba muncul di bumi tanpa perantara, hahahaha…
Tapi kalau ini konotasi dengan si anak manja, mungkin perlu ditelusuri lagi. #masih coba ngeles, hehehehehe

Pengakuan terjujurnya sih, saya memang biasa berdiskusi dengan mama. Sharing apa saja. Saya pribadi menganggap wajar sampai beberapa teman saya yang mengkomentari. Mulai dari baper ingin seperti itu atau mungkin menganggap, “Apa sih Indah? Hal begitu masa diceritain juga?!”

Tapi begitulah…dan kelak ketika saya dewasa. Benar-benar diijinkan Allah swt mendewasa  dengan status Ibu, maka saya ingin (setidaknya) seperti mama. Saya mau jadi sahabat buat anak saya sendiri! Tahu siapa lawan jenis yang pertama ia suka atau menyukainya. Tahu siapa yang pertama kali ia kirimi atau mengirimkannya surat cinta. Tahu semuanyaaaaa! #wah…bakat kepo bin rempong is detected yak!

Continue reading

7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustadz Farid Ahmad!

7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustadz Farid Ahmad!

  1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.
  2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.
  3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.
  4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.
  5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.
  6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
  7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Nasehat untuk Suami

Wahai Sang Suami…

Apakah berat bagimu untuk tersenyum di hadapan istrimu di kala dirimu masuk menemui istri tercinta, agar engkau meraih pahala dari Allah swt?!
Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala dirimu melihat anak dan istrimu?!
Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu di saat engkau menghampiri dirinya?!
Apakah gerangan yang memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan menyuapkannya di mulut sang istri, agar Engkau mendapat pahala?!
Apakah susah, apabila engkau masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap: “Assalammualaikum Warahmatullah Wabarakatuh” agar engkau meraih 30 kebaikan?! Continue reading